FAKTA UNIK SUKU BATAK YANG TIDAK BANYAK DIKETAHUI

Indonesia memiliki beragam suku dan budaya yang berbeda. Suku dan budaya setiap daerah sangat unik dan patut untuk kita lestarikan. Banyak suku yang masih memegang teguh pada tradisi budaya nenek moyang. Seperti suku Batak yang memiliki keunikan dari adat dan budayanya. Berikut fakta unik suku Batak yang tidak banyak orang mengetahui: 1. Mandok Hata Memiliki arti bercakap-cakap menjelang tahun baru. Ini merupakan suatu kebiasaan orang Batak yang biasa dilakukan saat kumpul keluarga besar. Saling bercerita mengenai refleksi setahun yang lalu, saling meminta maaf kemudian merencanakan apa yang ingin dicapai di tahun yang akan datang. Biasanya dilakukan dari orang tua baru ke anak yang paling kecil. 2. Tidak Boleh Menikah Satu Marga Bagi orang Batak, terlarang untuk menikah dengan yang satu marga degnannya ataupun tidak satu marga tapi masih saudara dalam silsilah. Jadi, dalam adat Batak beberapa marga masih dianggap sebagai satu silsilah sehingga dianggap sebagai saudara jadi tidak boleh menikah. Makanya, dalam setiap perkenalan selalu ditanyakan marga apa supaya jangan sampai terlanjur cinta tetapi terhalang marga. 3. Konsep Rumah Batak Rumah Batak memiliki konsep yang sangat unik dan mengandung makna yang tersirat dalam bentuk bangunanannya. Konsep rumah panggung dengan pintu masuk yang rendah yang artinya adalah sebagai tamu selayaknya menghormati tuan rumah dan mengikuti aturan yang ada di dalam rumah tersebut. 4. Cicak dan Orang Batak Cicak menjadi lambang untuk orang Batak. Layaknya cicak yang ada di mana-mana, mulai dari rumah dengan ukuran kecil, sedang, besar, di perkampungan maupun perkotaan demikianlah seharusnya orang Batak bisa beradaptasi di manapun dia berada. Dan tidak hanya beradaptasi tapi juga bertahan hidup sekeras apapun permasalahan yang dihadapinya. 5. Mangulosi Ulos merupakan kain tradisional Batak, sama seperti batik dari Jawa dan kain tenun dari NTT. Ada bermacam-macam jenis ulos, semua tergantung dengan fungsi pemakaiannya. Setiap upacara, baik itu pernikahan, kematian, memiliki penggunaan kain ulos yang berbeda pula. Bahkan tidak jarang menunjukkan strata seseorang dalam lingkungan sosial.